Ras Kucing Asli Indonesia yang Bisa Dijadikan Sebagai Peliharaan

Sebelum mengetahui ras kucing asli Indonesia, ada baiknya mengetahui dahulu asal dari ras kucing tersebut. Asal dari ras kucing tersebut adalah negara Indonesia. Indonesia merupakan negara yang kaya, seperti kaya akan sumber daya alam. Seperti minyak bumi dan batu bara yang biasa diekspor ke negara yang lain.

Negara Indonesia memiliki berbagai jenis fauna dan flora yang menyebar di seluruh wilayah Indonesia. Salah satunya berbagai jenis kucing yang ada di Indonesia. Seperti kucing anggora, kucing kampung, dan sebagainya. Ada pula spesies kucing besar seperti singa, harimau, dan macan tutul. Namun yang akan dibahas adalah ras kucing asli Indonesia yang bisa dijadikan sebagai peliharaan.

1. Kucing Cangkok atau Leopard Cat

Kucing yang memiliki nama latin prionaliurus bengalensis. Merupakan kucing yang memiliki ciri khas kuning campuran abu-abu yang diikuti dengan pola tutul hitam. Berbeda dengan bagian perut dan dadanya yang memiliki warna putih. Selain itu, kucing cangkok ini memiliki tubuh yang ramping dan kecil sama seperti kucing rumahan pada umumnya.

2. Kucing Hutan atau Jungle Cat atau Flat-Headed Cat

Prionailurus planiceps merupakan nama latin dari kucing hutan ini yang memiliki habitat di daerah lahan basah. Ciri khas dari kucing ini adalah di bagian kepala yang memiliki warna merah berangsur-angsur. Berbeda dengan bagian dada, leher, dan perut bawah yang berwarna putih. Selain itu, warna hitam terdapat di seluruh tubuh, kaki, dan ekor.

3. Kucing Bakau atau Fishing cat

Fishing cat atau kucing bakau merupakan kucing yang berhabitat di Jawa dan Sumatera. Nama latin dari ras kucing asli Indonesia adalah prionailurus viverrinus. Kucing yang memiliki warna bulu abu-abu hijau zitun sekaligus memiliki pola tutul. Hewan ini hidup di sepanjang tepi sungai dan hutan bakau. Uniknya, kucing ini pandai dalam hal berenang dan menyelam untuk menangkap mangsanya.

4. Kucing Merah atau Borneo Bay Cat atau Bornean Red Cat

Hewan endemik asal Kalimantan memiliki nama latin pardofelis badia. Kucing yang memiliki warna bulu cokelat kemerahan sesuai dengan namanya. Namun warna kemerahan tersebut memucat pada bagian kakinya. Ras kucing asli Indonesia ini termasuk hewan langka dan populasinya hampir punah. Karena habitatnya yang berupa hutan banyak dirusak oleh manusia yang tidak bertanggung jawab.

5. Kucing Emas atau Asiatic Golden Cat

Sesuai dengan namanya, kucing emas memiliki warna bulu keemasan di seluruh bagian tubuhnya. Kucing yang memiliki ukuran tubuh yang besar membuat kucing tersebut dapat memangsang jenis hewan lainnya. Seperti burung, tikus besar, reptil, domba, kambing, rusa muda, serta anak kerbau. Hewan ini bisa ditemukan hanya di daerah Sumatera saja.

6. Kucing Batu atau Marbled Cat

Pardefolis marmorata merupakan nama latin dari kucing batu. Kucing ini memiliki kombinasi warna bulu yakni warna kuning, abu-abu, hitam dan kecokelatan sehingga terlihat indah oleh pandangan mata. Selain memiliki warna bulu yang indah juga dilengkapi dengan pola tutul. Kebiasaan kucing ini adalah sering menghabiskan kesehariannya di atas pohon.

7. Kucing Raas atau Kucing Busok Madura

Hewan asli Jawa Timur tepatnya di Pulau Raas menjadikan nama kucing ini adalah kucing raas. Kucing ini sangat unik karena memiliki indera keenam. Selain itu, ras kucing asli Indonesia ini mengundang rezeki dan nasib baik terhadap pemiliknya. Namun, sayang sekali karena keberadaan kucing ini sangat langka.

Itulah ras kucing asli Indonesia yang belum banyak diketahui oleh masyarakat. Ras kucing tersebut terbilang liar namun juga langka. karena hanya didapatkan di daerah tertentu saja. Dari ketujuh ras kucing asli Indonesia tersebut, salah satunya yaitu kucing raas yang bisa membuat si pemiliknya beruntung. Karena kucing tersebut memiliki banyak keunikan.

Cara Mencegah Toksoplasmosis Dari Kucing, Tak Perlu Lagi Khawatir

Sebagai salah satu hewan peliharaan yang menggemaskan, manja, dan senang bermain, kucing banyak ditemukan di berbagai tempat. Mulai dari jalan raya, perumahan, sekolah, sekitar gedung bertingkat, dan lain sebagainya. Kucing juga salah satu hewan peliharaan yang populer selain anjing, burung, dan ikan. Meski demikian kucing juga identik dengan penyakit toksoplasmosis yang dikhawatirkan membawa efek negatif jangka panjang pada orang yang memeliharanya. Toksoplasma merupakan jenis penyakit yang disebabkan oleh infeksi pada toxoplasma gondii, untuk itu penting mengetahui cara mencegah toksoplasmosis dari kucing.

Jika terinfeksi, orang dengan sistem kekebalan tubuh normal cenderung mengalami gejala yang masih ringan. Akan tetapi pada orang dengan sistem kekebalan tubuh yang kurang kuat berisiko terkena gejala yang lebih parah seperti demam, hingga pembesaran kelenjar getah bening, bahkan berdampak pada kesehatan bayi pada ibu hamil.  Oleh karena itu menjadi penting untuk mencari informasi cara mencegah toksoplasmosis dari kucing agar dapat mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

1. Vaksin

Berikan vaksin pada kucing sesuai dengan usia dan kebutuhan kucing. Hal ini bertujuan untuk menghindari kucing dari serangan virus atau bakteri yang berbahaya. Agar dapat memberikan vaksin yang tepat, kita perlu mengkonsultasikannya dengan dokter hewan. Dengan memberi vaksin pada kucing, risiko kucing dan pemiliknya untuk mengalami toksoplasma jauh lebih rendah karena vaksin memiliki kemampuan dalam meningkatkan kekebalan tubuh.

2. Pelihara di Rumah

Biasakan kucing untuk lebih banyak berada di lingkungan rumah atau area sekitar rumah. Jangan sering bermain di luar rumah agar tidak mudah terkontaminasi oleh bakteri atau dari memakan tikus liar yang berada di lingkungan luar. Tentu saja kebersihan rumah juga harus diperhatikan. Sebab rumah yang bersih akan lebih terbebas dari kecoak, tikus, atau hewan-hewan kotor lainnya.

3. Makanan Kucing

Makanan yang dikonsumsi oleh kucing harus selalu diperhatikan. Berikan makanan yang aman dan meningkatkan kesehatan kucing seperti makanan basah dan makanan kering yang dapat dibeli di toko hewan atau supermarket. Jangan memberikan makanan mentah seperti ikan atau daging mentah, karena di dalamnya masih terkandung banyak bakteri yang belum mati. Jika ingin memberi ikan lebih baik dimasak terlebih dahulu seperti dikukus atau digoreng.

4. Hindari Kotoran

Apabila kucing mengeluarkan kotoran, sebelum membersihkannya kita harus menggunakan sarung tangan terlebih dahulu. Jangan melakukan kontak langsung dengan kotorannyam sebab di sana tempat bakteri dan virus dalam tubuh kucing banyak berkumpul. Membersihkan kotoran kucing sebaiknya dilakukan 1-2 kali sehari dan menggunakan pasir khusus untuk tempat kucing membuang kotoran.

5. Memandikan Kucing

Cara mencegah toksoplasmosis dari kucing yang tidak kalah penting adalah mandi. Untuk menjaga tubuh kucing dari kutu, bakteri, dan virus yang membahayakan kucing, mandikan kucing paling tidak 3 kali dalam sebulan atau seminggu sekali. Gunakan shampoo kucing dan keringkan bulunya dengan handuk yang lembut agar kucing merasa nyaman dan tidak kedinginan.

6. Mencuci Tangan

Poin ini terlihat sederhana, namun seringkali dilupakan dan disepelekan. Mencuci tangan setiap selesai bermain dengan kucing sangat penting untuk mencegah kita dari serangan virus dan bakteri. Sebab penularan virus dari kucing dapat berasal darimana saja terutama tangan. Tangan yang tidak dicuci kemudian tanpa sadar digunakan untuk menggaruk, makan, minum, dan sebagainya bisa mengakibatkan tersebarnya virus.

Bila telah memahami cara mencegah toksoplasmosis dari kucing, selanjutnya dapat dipraktekkan sembari dikonsultasikan dengan orang lain yang juga memelihara kucing seperti melalui komunitas pecinta binatang, atau dengan dokter untuk menambah pengetahuan. Tidak perlu lagi khawatir berlebihan dan tetap bisa memelihara kucing yang disayangi.

Inilah Cara Memelihara Kucing Dan Anjing Bersamaan Dalam Satu Rumah

Memiliki hewan peliharaan dapat membawa kebahagiaan tersendiri bagi pemiliknya. Anjing dan kucing adalah jenis hewan yang banyak dipelihara di rumah. Bagi orang yang menyukai kedua jenis hewan ini tidak perlu khawatir untuk memeliharanya secara bersamaan. Cara memelihara anjing dan kucing bersamaan yang tepat dapat membuat keduanya hidup akur.

Tips mengakurkan Anjing dan Kucing

Kucing dan anjing merupakan dua hewan yang sangat berbeda sifatnya. Keduanya dapat dikatakan musuh alami bahkan dari lahir. Meskipun begitu, bukan berarti mustahil untuk memelihara keduanya secara bersamaan. Dengan tips untuk mengakurkan anjing dan kucing berikut ini agar keduanya bisa hidup berdampingan.

1. Semakin Muda Semakin Bagus

Tips pertama adalah memilih anjing dan kucing yang umurnya masih muda. Ini merupakan cara memelihara anjing dan kucing bersamaan yang paling baik. Kedua hewan ini tidak belum pernah bertemu sebelumnya maka sangat mungkin keduanya menerima keberadaan masing-masing.

Anak anjing dan kucing yang dipelihara sedapat mungkin dirawat bersama-sama untuk menjalin hubungan antar keduanya. Semakin sering anjing dan kucing ini bersama maka sangat baik untuk keberlangsungan hubungannya. Ikatan yang kuat akan terjalin apabila keduanya tumbuh bersama.

2. Menghormati Privacy Kucing

Tips kedua untuk mengakurkan anjing dan kucing adalah dengan menghormati privacy hewan tersebut. Meskipun tujuannya untuk mengakrabkan, hewan ini tetap butuh privacy terlebih pada kucing. Kucing cenderung mudah mengalami stress saat wilayah pribadinya dimasuki oleh anjing. Oleh karena itu letakkan little box kucing jauh dari jangkauan anjing.

3. Membuat Rute Kabur Untuk Kucing

Dikutip dari penuturan pakar hewan, Christopher Pachel bahwa sebaiknya ada ruang tersembunyi untuk kucing di rumah. Karena mudah stress maka kucing butuh tempat untuk berlari dan menenangkan diri. Saat stress kucing cenderung akan memilih tidur, untuk itu sediakan tempat yang nyaman untuk kucing.

3. Awasi Gerak Anjing

Cara memelihara kucing dan anjing bersaamaan bisa dilakukan dengan selalu mengawasi gerak gerik keduanya, khususnya anjing. Hal ini dikarenakan anjing lebih sulit beradaptasi dengan hewan lain. Anjing dan kucing memiliki perbedaan dalam sinyal inter-species.

Anjing suka mengejar sesuatu yang bergerak cepat, sedangkan kucing bergerak lincah. Kucing yang mudah terganggu dan tidak tenang membuatnya berlari dan dengan senang hati anjing akan mengejar. Untuk menceganya, selama masa adaptasi, pasang tali untuk anjing agar kucing aman.

4. Sabar Selama Proses Perkenalan

Jika terlebih dahulu memelihara kucing di rumah daripada anjing maka berhati-hatilah karena kucing tidak suka perubahan dan hal baru. Kucing cenderung akan marah jika ada perbedaan yang dialami lain dari biasanya. Untuk itu mengenalkan keduanya secara perlahan adalah jalan terbaik.

Pisahkan keduanya pada bagian rumah yang berbeda. Kemudian tentukan tempat keduanya bisa bertemu dan melakukan proses pengakraban. Dalam proses ini memerlukan banyak waktu. Berikan kasih sayang pada keduanya agar mereka bisa tenang sampai bisa menerima keberadaan masing-masing.

5. Akrabkan Keduanya Melalui Bau

Cara memelihara anjing dan kucing bersamaan adalah mengakrabkan keduanya melalui bau. Dikutip dari pernyataan Animal Planet yang mengemukakan bahwa hewan bisa akrab melalui bau-bauan yang diciumnya. Jadi sebelum anjing dan kucing dipertemukan, kenalkan keduanya melalui bau.

Untuk mencobanya bisa dilakukan dengan membuat anjing mencium kain dan letakkan dekat tampat makan kucing. Hal ini juga berlaku untuk kucing. Apabila keduanya sudah tidak asing lagi dengan bebauan tersebut maka pada keduanya tidak akan rebut pada pertemuan mereka.

Nah itulah cara memelihara anjing dan kucing bersamaan yang bisa dilakukan jika suka dengan kedua hewan ini. Cara-cara ini dapat mengakrabkan kedua hewan ini untuk bisa saling menerima dan hidup berdampingan. Namun jika cara ini gagal maka perlu bantuan ahli hewan untuk menangani.