Ingin Memelihara Sebuah Hamster? Yuk Simak Jenis Hamster Peliharaan Berikut

ada banyak hal yang perlu diperhatikan ketika kita ingin memulai memelihara hamster. Ada sejumlah varietas hamster dan juga jenis yang cenderung bervariasi dalam beberapa karakteristik maupun penampilan. Berdasarkan varietas tersebut tentu membutuhkan perawatan yang berbeda pula. Nah, untuk mengetahui masing-masing varietas tersebut, berikut beberapa jenis hamster peliharaan yang perlu diketahui, simak informasinya berikut!

Jenis Varietas Hamster Peliharaan

Setidaknya ada beberapa jenis hamster peliharaan yang perlu diketahui. Dari beberapa hamster tersebut, jenis hamster yang paling umum biasanya dapat dengan mudah ditemukan di beberapa toko yang ada. Tentunya dari spesies hamster yang berbeda, mereka tidak boleh untuk dipelihara secara bersamaan. Berikut beberapa jenis hamster tersebut, antara lain:

1. Hamster Suriah Menjadi Jenis Yang Umum

Untuk jeniis hamster yang satu ini terbilang hamster jenis umum karena mudah ditemukan di setiap toko hewan peliharaan. Namun yang menjadi pusat perhatian yaitu dari beberapa hamster suriah ini, mereka tidak boleh untuk hidup bersamaan karena akan bertarung dengan sesama jenis yang ada. Meskipun begitu, jenis hamster ini menjadi hamster yang paling mudah untuk ditangani.

Hal yang penting untuk diketahui yaitu jenis hamster ini sangat bergantung kepada pemiliknya. Hal tersebut dikarenakan tidak adanya teman hamster untuk bermain. Mereka akan lebih terbuka dan mengembangkan beberapa kemampuannya dengan pemiliknya selama berjam-jam.

2. Si Hamster Rusia Putih Atau Si Kerdil

Hamster jenis ini bisa dicampur dengan hamster dengan spesies yang sama. Hal tersebut karena jiwa sosial dari hamster ini sangat mudah untuk dijadikan satu. Namun ketika ingin menjadikan stau, pastikan telah bersama saat usia masih kecil atau muda. Hal tersbeut untuk menghindari adanya pertarungan yang tidak diinginkan. Cepat dan gesitnya si hamster ini terbilang sulit untuk ditangani.

Ada yang menyebutkan bahwa spesies jenis hamster ini mejadi spesies yang paling ramah. Namun untuk menjinakkan spesies hamster ini terbilang lebih sulit.

3. Spesies Hamster Yang Berasal Dari China

Meskipun memiliki ukuran yang hampir sama dengan spesies hamster kerdil, namun jenis hamster ini tidak bisa dijuluki dengan hamster kerdil sejati. Hal yang membedakan yaitu ada beberapa jenis hamster cina yang gesit dan juga cepat. Namun disisi lain juga terdapat beberapa tipe yang cenderung tidak mudah bergaul.

Karena kemampuan mudah bergaulnya, hamster ini terbilang makhluk teritorial. Pastikan untuk memisahkan ketika berkelahi dengan hamster yang lainnya. Namun ketika telah menemukan hamster lain yang cocok, pastikan untuk bisa menempatkan mereka secara berkelompok.

4. Jenis Hamster Campbell

Ukuran yang dimiliki oleh hamster jenis ini yaitu antara 3-4 inci. Dengan warnanya yang putih keabuan mereka mampu hidup sekitar 1,5 hingga 2 tahun. Jiwa sosial yang baik menjadikan hamster ini bisa hidup bersama dengan sesama hamster lainnya. Namun karena ukurannya yang terbilang kecil, jenis hamster ini sulit untuk ditangani.

Perkembangan hamster Campbell ini terbilang lebih mudah dibandingkan dengan yang lainnya. Meskipun begitu, pastikan untuk memperhatikan perkembangan dan perilaku dari hamster tersebut.

5. Roborovski Si Hamster Penasaran

Jenis hamster yang satu ini juga terbilang memiliki ukuran yang sangat kecil. Ukuran dari hamster jenis Roborovski ini yaitu sekitar 4 inci saja. Dengan warnanya yang cokelat serta aktivitas yang cepat dan juga sering penasaran dengan ada yang ada di sekelilingnya. Rata-rata hidup hamster ini lebih panjang sekitar 3 sampai 3,5 tahun. Kemampuan hidup berpasangan dan juga berkelompok menjadi hal yang menarik dari hamster ini.

Pastikan untuk selalu mengawasi perilaku dari hamster untuk menjaga kelangsungan hidup hamster yang hidup secara berkelompok ini. dengan rasa penasaran yang dimiliki hamster jenis Roborovski ini, akan menjadikan hamster tersebut mudah untuk dijinakkan.

Semua jenis hamster peliharaan tersebut memiliki keunggulan dan keunikan tersendiri. Dengan cara memelihara yang baik, hamster akan lebih ramah dengan pemiliknya.

Cara Memelihara Kelinci Rex Yang Wajib Diketahui

Memelihara kelinci menjadi salah satu hobi yang menarik dan tentunya bisa menambah kepekaan dan lainnya. Memiliki hewan peliharaan selain kelinci memang bisa dilakukan, namun dalam artikel ini akan dibahas mengenai kelinci. Lebih tepatnya adalah kelinci rex dan bagaimana cara memelihara kelinci rex yang wajib diketahui.

Memelihara kelinci memang bisa dibilang susah-susah gampang karena kelinci dianggap sangat rentan terhadap penyakit. Kelinci juga dikenal sebagai hewan lucu yang gambar mati karena cuaca atau serangan lainnya. Nah jika pembaca dirumah ini memelihara kelinci rex, berikut cara memelihara kelinci rex yang wajib diketahui.

1. Berikan Pakan Yang Berkualitas

Merawat hewan memang harus memberikan perawatan yang memadai dan tentunya yang nomer satu. Termasuk ketika memelihara kelinci rex yang memang dikenal lumayan rentan kesehatan yang lumayan lemah. Memilih pakan yang berkualitas dan baik akan menjaga imun kelinci rex dan memberikan ia kesempatan untuk hidup lebih lama.

Pastikan untuk memberikan pakan pagi dan sore secara teratur kepada kelinci rex peliharaan. Perlu diperhatikan dalam memberi pakan harus sayuran yang fresh dan bukan yang baru keluar dari kulkas. Jika ingin memberi makan rumput liar, pastikan untuk memberikan rumput yang tumbuh cukup akan sinar matahari dan tidak lembab.

2. Bersihkan Kandang Dengan Baik Dan Benar

Membersihkan kandanga\ menjadi point selanjutnya dalam merawat kelinci rex dan memang menjadi hal wajib dalam memelihara hewan. Pastikan untuk selalu membersihkan kandang kelinci dari sisa kotoran dan air kencingnya. Kuman akan mudah berkembang dan menebar virus jika kandang kotor dan kelinci akan lebih sensitive.

Bulu kelinci juga bisa lebih mudah rontok jika kuman menjangkitinya dan kandang dalam keadaan kotor. Kelinci rex ini dikenal memiliki bulu yang lebat dan kelebatannya ini jelas harus didukung dengan perawatan yang baik. Jadi bagi yang sudah siap untuk memelihara kelinci rex harus rajin membersihkan kandang nya ya!

3. Jangan Menaruh Kelinci Dalam Kandang Terlalu Lama

Pastikan untuk kelinci peliharaan pembaca semua untuk dibiarkan lepas liar di halaman rumah dan keluar dari kandang. Kandang yang sudah dibersihkan sekalipun tetap akan memberi kelembaban yang mengakibatkan kelinci tidak nyaman. Biarkan kelinci untuk terkena matahari langsung dan bersosialisasi dengan lingkungan.

Kelinci gemar berlarian untuk menstimulasi hormone kesenangan yang mampu mempertahankan kesehatannya. Jadi, jangan pelit-pelit untuk mengeluarkan kelinci rex peliharaan keluar dari kandang ya. Ingat, tolong diperhatikan ya.

4. Rutin Sisir Bulu Kelinci

Kelinci rex yang memiliki bulu lebat memang membutuhkan perawatan ekstra termasuk untuk menyisirnya selalu. Bulu yang lebat seringkali menjadi sarang tungau atau kutu yang bisa mengganggu kesehatan kulitnya. Menyisir bulu-bulu kelinci rex akan memberikan kenyamanan tersendiri bagi kelinci.

Tentunya dengan menyisir bulu-bulunya, bulu yang ada juga akan senantiasa lembut. Potonglah bulu yang sudah terlalu panjang atau gimbal jika memang diperlukan. Pastikan untuk melakukannya dengan hati-hati ya!

5. Pastikan Kuku-Kuku Kelinci Terjaga

Tips lain untuk memelihara kelinci rex yang lucu dan memiliki bulu tebal adalah dengan memperhatikan kesehatan kuku-kukunya. Kuku yang terlalu panjang akan membuat kelinci menjadi kurang leluasa dan sewaktu-waktu mampu menyakitinya. Pastikan untuk selalu menjaga kesehatan kuku kelinci rex dan memantau perkembangannya.

Kelinci rex ini memang dikenal sebagai kelinci yang doyan akan kebersihan dan memang lebih manja ketimbang kelinci jenis lain. Bagi yang tertarik untuk memiliki kelinci jenis ini harus bersabar dan telaten ya. Semua demi kesehatan kelinci rex peliharaan.

Nah diatas adalah tips cara memelihara kelinci rex yang wajib diketahui dan diperhatikan untuk pemilik kelinci rex dirumah. Kesehatan kandang, tubuh hingga konsumsi makanan sangat diatur dan diperhatikan loh. Jika sudah siap dan ingin sekali memelihara kelinci rex, maka siapkan budget dan segala keperluannya ya!

Menarik dan Langka, Inilah 8 Ikan Hias Harga Selangit

Daya tarik ikan hias memang tidak main-main. Apalagi jenis ikan hias yang sulit ditemukan. Faktor inilah yang membuat ikan tersebut memiliki harga yang fantastis. Para kolektor ikan hias pun tidak tanggung-tanggung mengeluarkan biaya besar untuk mendapatkan ikan tersebut. Nah, berikut ini akan dipaparkan mengenai ikan hias harga selangit, simak ulasannya.

1. Arwana Platinum (Rp. 5,5 Miliar)

Ikan hias harga selangit yang pertama adalah jenis Arwana Platinum. Jenis Arwana Platinum bisa dijumpai di perairan Amerika Serikat, Afrika sampai Asia Tenggara. Ikan yang langka ini banyak diburu oleh para kolektor untuk dikoleksi. Karena spesiesnya yang langka menjadikan ikan ini dinobatkan sebagai ikan dengan harga termahal di dunia.

Harganya yang luar biasa mahal ini membuat ikan ini diistimewakan dan diperlakukan dengan sangat teliti. Dalam tubuh ikan ini biasanya akan diberi chip khusus pada setiap ikan. Hal ini bertujuan untuk membedakan antara ikan satu dengan yang lain.

2. Peppermint Angelfish (Rp. 400 juta)

Jenis ikan hias harga selangit ini sangat langka keberadaanya. Peppermint Angelfish terakhir kali dipublikasikan kepada masyarakat pada tahun 2012 silam. Tubuhnya yang memiliki corak putih dan merah membuatnya begitu menarik dan menjadi incaran pecinta ikan hias.

Untuk mendapatkan ikan jenis ini, para penyelam harus menggunakan peralatan khusus. Karena habitat ikan ini berada pada kedalaman tertentu, maka tidak sembarangan peralatan yang bisa menjangkaunya. Oleh karena itu tidak mengherankan jika ikan ini dibanderol dengan harga tinggi.

3. Bladefin Basslet (Rp.135 juta)

Bladefin Basslet hidup di sekitar perairan Karibia. Berbeda dengan jenis ikan sebelumnya, Bladefin Basslet memiliki ukuran tubuh yang kecil yaitu rata-rata 1,5 inchi. Karena ukuran tubuhnya yang mungil dan lincah berenang di celah karang ini membuatnya sulit untuk ditangkap.

4. Golden Basslet (Rp.110 juta)

Ikan hias harga selangit selanjutnya adalah Golden Basslet. Golden Basslet biasa di jumpai di perairan Pasifik dan Atlantik. Hal yang membuatnya mahal karena ikan ini sulit ditangkap karena sifatnya yang pemalu dan suka bersembunyi. Untuk menangkapnya dibutuhkan perangkap khusus.

5. Neptune Grouper (Rp.80 juta)

Ikan hias yang satu ini hidup di laut pedalaman. Ciri khas utama dari Neptune Grouper adalah coraknya yang beragam dan berubah seiring pertambahan umurnya. Ikan yang berumur lebih muda memili corak berwarna orange dan kuning sedangkan ketika dewasa warna ini akan berubah menjadi kuning kemerahan.

6. Nami Green Arowana (Rp.70 juta)

Walaupun Nami Green Arowana bukanlah jenis arwana yang sangat langka, pupulasi ikan jenis ini semakin berkurang hingga sekarang. Sekarang ini, ikan jenis ini sangat sulit ditemukan padahal dulunya sering dijumpai di perairan air tawar Asia. Hal ini karena ikan ini banyak diburu dan membuat harganya semakin melonjak di pasaran.

7. Australian Flathead Perch (Rp.67 juta)

Jenis ikan yang memiliki harga selangit lainnya adalah Australian Flathead Perch. Ikan yang pemalu dan suka bersembunyi di celah karang ini sangat sulit ditangkap. Mereka hanya akan keluar saat sedang berburu makanan. Untuk menangkapnya, menyelam ke dasar laut adalah hal yang harus dilakukan. Karena hal ini, tidak heran jika harganya mahal.

8. Wrought Iron Butterfly (Rp.32 juta)

Ikan yang hidup diperairan Jepang ini memiliki ukuran tubuh 6 inchi. Sesuai namanya, ikan jenis ini sangat lincah bergerak dalam air, gerakannya pun sangat menawan. Warna dasar dari ikan ini adalah hitam menuju abu-abu disertai pola bergaris yang berwarna kuning terang pada siripnya.

Nah, itulah pembahasan mengenai ikan hias harga selangit. Ikan hias ini dihargai mahal karena kesulitan untuk mendapatkannya.oleh karena itu, selain sebagai koleksi, ada baiknya melakukan budi daya terhadap ikan-ikan ini sebagai upaya pelestarian.

Ras Kucing Asli Indonesia yang Bisa Dijadikan Sebagai Peliharaan

Sebelum mengetahui ras kucing asli Indonesia, ada baiknya mengetahui dahulu asal dari ras kucing tersebut. Asal dari ras kucing tersebut adalah negara Indonesia. Indonesia merupakan negara yang kaya, seperti kaya akan sumber daya alam. Seperti minyak bumi dan batu bara yang biasa diekspor ke negara yang lain.

Negara Indonesia memiliki berbagai jenis fauna dan flora yang menyebar di seluruh wilayah Indonesia. Salah satunya berbagai jenis kucing yang ada di Indonesia. Seperti kucing anggora, kucing kampung, dan sebagainya. Ada pula spesies kucing besar seperti singa, harimau, dan macan tutul. Namun yang akan dibahas adalah ras kucing asli Indonesia yang bisa dijadikan sebagai peliharaan.

1. Kucing Cangkok atau Leopard Cat

Kucing yang memiliki nama latin prionaliurus bengalensis. Merupakan kucing yang memiliki ciri khas kuning campuran abu-abu yang diikuti dengan pola tutul hitam. Berbeda dengan bagian perut dan dadanya yang memiliki warna putih. Selain itu, kucing cangkok ini memiliki tubuh yang ramping dan kecil sama seperti kucing rumahan pada umumnya.

2. Kucing Hutan atau Jungle Cat atau Flat-Headed Cat

Prionailurus planiceps merupakan nama latin dari kucing hutan ini yang memiliki habitat di daerah lahan basah. Ciri khas dari kucing ini adalah di bagian kepala yang memiliki warna merah berangsur-angsur. Berbeda dengan bagian dada, leher, dan perut bawah yang berwarna putih. Selain itu, warna hitam terdapat di seluruh tubuh, kaki, dan ekor.

3. Kucing Bakau atau Fishing cat

Fishing cat atau kucing bakau merupakan kucing yang berhabitat di Jawa dan Sumatera. Nama latin dari ras kucing asli Indonesia adalah prionailurus viverrinus. Kucing yang memiliki warna bulu abu-abu hijau zitun sekaligus memiliki pola tutul. Hewan ini hidup di sepanjang tepi sungai dan hutan bakau. Uniknya, kucing ini pandai dalam hal berenang dan menyelam untuk menangkap mangsanya.

4. Kucing Merah atau Borneo Bay Cat atau Bornean Red Cat

Hewan endemik asal Kalimantan memiliki nama latin pardofelis badia. Kucing yang memiliki warna bulu cokelat kemerahan sesuai dengan namanya. Namun warna kemerahan tersebut memucat pada bagian kakinya. Ras kucing asli Indonesia ini termasuk hewan langka dan populasinya hampir punah. Karena habitatnya yang berupa hutan banyak dirusak oleh manusia yang tidak bertanggung jawab.

5. Kucing Emas atau Asiatic Golden Cat

Sesuai dengan namanya, kucing emas memiliki warna bulu keemasan di seluruh bagian tubuhnya. Kucing yang memiliki ukuran tubuh yang besar membuat kucing tersebut dapat memangsang jenis hewan lainnya. Seperti burung, tikus besar, reptil, domba, kambing, rusa muda, serta anak kerbau. Hewan ini bisa ditemukan hanya di daerah Sumatera saja.

6. Kucing Batu atau Marbled Cat

Pardefolis marmorata merupakan nama latin dari kucing batu. Kucing ini memiliki kombinasi warna bulu yakni warna kuning, abu-abu, hitam dan kecokelatan sehingga terlihat indah oleh pandangan mata. Selain memiliki warna bulu yang indah juga dilengkapi dengan pola tutul. Kebiasaan kucing ini adalah sering menghabiskan kesehariannya di atas pohon.

7. Kucing Raas atau Kucing Busok Madura

Hewan asli Jawa Timur tepatnya di Pulau Raas menjadikan nama kucing ini adalah kucing raas. Kucing ini sangat unik karena memiliki indera keenam. Selain itu, ras kucing asli Indonesia ini mengundang rezeki dan nasib baik terhadap pemiliknya. Namun, sayang sekali karena keberadaan kucing ini sangat langka.

Itulah ras kucing asli Indonesia yang belum banyak diketahui oleh masyarakat. Ras kucing tersebut terbilang liar namun juga langka. karena hanya didapatkan di daerah tertentu saja. Dari ketujuh ras kucing asli Indonesia tersebut, salah satunya yaitu kucing raas yang bisa membuat si pemiliknya beruntung. Karena kucing tersebut memiliki banyak keunikan.

Cara Mencegah Toksoplasmosis Dari Kucing, Tak Perlu Lagi Khawatir

Sebagai salah satu hewan peliharaan yang menggemaskan, manja, dan senang bermain, kucing banyak ditemukan di berbagai tempat. Mulai dari jalan raya, perumahan, sekolah, sekitar gedung bertingkat, dan lain sebagainya. Kucing juga salah satu hewan peliharaan yang populer selain anjing, burung, dan ikan. Meski demikian kucing juga identik dengan penyakit toksoplasmosis yang dikhawatirkan membawa efek negatif jangka panjang pada orang yang memeliharanya. Toksoplasma merupakan jenis penyakit yang disebabkan oleh infeksi pada toxoplasma gondii, untuk itu penting mengetahui cara mencegah toksoplasmosis dari kucing.

Jika terinfeksi, orang dengan sistem kekebalan tubuh normal cenderung mengalami gejala yang masih ringan. Akan tetapi pada orang dengan sistem kekebalan tubuh yang kurang kuat berisiko terkena gejala yang lebih parah seperti demam, hingga pembesaran kelenjar getah bening, bahkan berdampak pada kesehatan bayi pada ibu hamil.  Oleh karena itu menjadi penting untuk mencari informasi cara mencegah toksoplasmosis dari kucing agar dapat mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

1. Vaksin

Berikan vaksin pada kucing sesuai dengan usia dan kebutuhan kucing. Hal ini bertujuan untuk menghindari kucing dari serangan virus atau bakteri yang berbahaya. Agar dapat memberikan vaksin yang tepat, kita perlu mengkonsultasikannya dengan dokter hewan. Dengan memberi vaksin pada kucing, risiko kucing dan pemiliknya untuk mengalami toksoplasma jauh lebih rendah karena vaksin memiliki kemampuan dalam meningkatkan kekebalan tubuh.

2. Pelihara di Rumah

Biasakan kucing untuk lebih banyak berada di lingkungan rumah atau area sekitar rumah. Jangan sering bermain di luar rumah agar tidak mudah terkontaminasi oleh bakteri atau dari memakan tikus liar yang berada di lingkungan luar. Tentu saja kebersihan rumah juga harus diperhatikan. Sebab rumah yang bersih akan lebih terbebas dari kecoak, tikus, atau hewan-hewan kotor lainnya.

3. Makanan Kucing

Makanan yang dikonsumsi oleh kucing harus selalu diperhatikan. Berikan makanan yang aman dan meningkatkan kesehatan kucing seperti makanan basah dan makanan kering yang dapat dibeli di toko hewan atau supermarket. Jangan memberikan makanan mentah seperti ikan atau daging mentah, karena di dalamnya masih terkandung banyak bakteri yang belum mati. Jika ingin memberi ikan lebih baik dimasak terlebih dahulu seperti dikukus atau digoreng.

4. Hindari Kotoran

Apabila kucing mengeluarkan kotoran, sebelum membersihkannya kita harus menggunakan sarung tangan terlebih dahulu. Jangan melakukan kontak langsung dengan kotorannyam sebab di sana tempat bakteri dan virus dalam tubuh kucing banyak berkumpul. Membersihkan kotoran kucing sebaiknya dilakukan 1-2 kali sehari dan menggunakan pasir khusus untuk tempat kucing membuang kotoran.

5. Memandikan Kucing

Cara mencegah toksoplasmosis dari kucing yang tidak kalah penting adalah mandi. Untuk menjaga tubuh kucing dari kutu, bakteri, dan virus yang membahayakan kucing, mandikan kucing paling tidak 3 kali dalam sebulan atau seminggu sekali. Gunakan shampoo kucing dan keringkan bulunya dengan handuk yang lembut agar kucing merasa nyaman dan tidak kedinginan.

6. Mencuci Tangan

Poin ini terlihat sederhana, namun seringkali dilupakan dan disepelekan. Mencuci tangan setiap selesai bermain dengan kucing sangat penting untuk mencegah kita dari serangan virus dan bakteri. Sebab penularan virus dari kucing dapat berasal darimana saja terutama tangan. Tangan yang tidak dicuci kemudian tanpa sadar digunakan untuk menggaruk, makan, minum, dan sebagainya bisa mengakibatkan tersebarnya virus.

Bila telah memahami cara mencegah toksoplasmosis dari kucing, selanjutnya dapat dipraktekkan sembari dikonsultasikan dengan orang lain yang juga memelihara kucing seperti melalui komunitas pecinta binatang, atau dengan dokter untuk menambah pengetahuan. Tidak perlu lagi khawatir berlebihan dan tetap bisa memelihara kucing yang disayangi.

Inilah Cara Memelihara Kucing Dan Anjing Bersamaan Dalam Satu Rumah

Memiliki hewan peliharaan dapat membawa kebahagiaan tersendiri bagi pemiliknya. Anjing dan kucing adalah jenis hewan yang banyak dipelihara di rumah. Bagi orang yang menyukai kedua jenis hewan ini tidak perlu khawatir untuk memeliharanya secara bersamaan. Cara memelihara anjing dan kucing bersamaan yang tepat dapat membuat keduanya hidup akur.

Tips mengakurkan Anjing dan Kucing

Kucing dan anjing merupakan dua hewan yang sangat berbeda sifatnya. Keduanya dapat dikatakan musuh alami bahkan dari lahir. Meskipun begitu, bukan berarti mustahil untuk memelihara keduanya secara bersamaan. Dengan tips untuk mengakurkan anjing dan kucing berikut ini agar keduanya bisa hidup berdampingan.

1. Semakin Muda Semakin Bagus

Tips pertama adalah memilih anjing dan kucing yang umurnya masih muda. Ini merupakan cara memelihara anjing dan kucing bersamaan yang paling baik. Kedua hewan ini tidak belum pernah bertemu sebelumnya maka sangat mungkin keduanya menerima keberadaan masing-masing.

Anak anjing dan kucing yang dipelihara sedapat mungkin dirawat bersama-sama untuk menjalin hubungan antar keduanya. Semakin sering anjing dan kucing ini bersama maka sangat baik untuk keberlangsungan hubungannya. Ikatan yang kuat akan terjalin apabila keduanya tumbuh bersama.

2. Menghormati Privacy Kucing

Tips kedua untuk mengakurkan anjing dan kucing adalah dengan menghormati privacy hewan tersebut. Meskipun tujuannya untuk mengakrabkan, hewan ini tetap butuh privacy terlebih pada kucing. Kucing cenderung mudah mengalami stress saat wilayah pribadinya dimasuki oleh anjing. Oleh karena itu letakkan little box kucing jauh dari jangkauan anjing.

3. Membuat Rute Kabur Untuk Kucing

Dikutip dari penuturan pakar hewan, Christopher Pachel bahwa sebaiknya ada ruang tersembunyi untuk kucing di rumah. Karena mudah stress maka kucing butuh tempat untuk berlari dan menenangkan diri. Saat stress kucing cenderung akan memilih tidur, untuk itu sediakan tempat yang nyaman untuk kucing.

3. Awasi Gerak Anjing

Cara memelihara kucing dan anjing bersaamaan bisa dilakukan dengan selalu mengawasi gerak gerik keduanya, khususnya anjing. Hal ini dikarenakan anjing lebih sulit beradaptasi dengan hewan lain. Anjing dan kucing memiliki perbedaan dalam sinyal inter-species.

Anjing suka mengejar sesuatu yang bergerak cepat, sedangkan kucing bergerak lincah. Kucing yang mudah terganggu dan tidak tenang membuatnya berlari dan dengan senang hati anjing akan mengejar. Untuk menceganya, selama masa adaptasi, pasang tali untuk anjing agar kucing aman.

4. Sabar Selama Proses Perkenalan

Jika terlebih dahulu memelihara kucing di rumah daripada anjing maka berhati-hatilah karena kucing tidak suka perubahan dan hal baru. Kucing cenderung akan marah jika ada perbedaan yang dialami lain dari biasanya. Untuk itu mengenalkan keduanya secara perlahan adalah jalan terbaik.

Pisahkan keduanya pada bagian rumah yang berbeda. Kemudian tentukan tempat keduanya bisa bertemu dan melakukan proses pengakraban. Dalam proses ini memerlukan banyak waktu. Berikan kasih sayang pada keduanya agar mereka bisa tenang sampai bisa menerima keberadaan masing-masing.

5. Akrabkan Keduanya Melalui Bau

Cara memelihara anjing dan kucing bersamaan adalah mengakrabkan keduanya melalui bau. Dikutip dari pernyataan Animal Planet yang mengemukakan bahwa hewan bisa akrab melalui bau-bauan yang diciumnya. Jadi sebelum anjing dan kucing dipertemukan, kenalkan keduanya melalui bau.

Untuk mencobanya bisa dilakukan dengan membuat anjing mencium kain dan letakkan dekat tampat makan kucing. Hal ini juga berlaku untuk kucing. Apabila keduanya sudah tidak asing lagi dengan bebauan tersebut maka pada keduanya tidak akan rebut pada pertemuan mereka.

Nah itulah cara memelihara anjing dan kucing bersamaan yang bisa dilakukan jika suka dengan kedua hewan ini. Cara-cara ini dapat mengakrabkan kedua hewan ini untuk bisa saling menerima dan hidup berdampingan. Namun jika cara ini gagal maka perlu bantuan ahli hewan untuk menangani.