Kelinci merupakan hewan yang tidak asing lagi dikalangan masyarakat. Hewan mamalia ini memiliki tubuh dengan banyak rambut serta bentuknya sangat lucu. Sehingga tidak jarang saat ini beberapa orang mulai melakukan bisnis dengan cara beternak kelinci.

Selain permintaan pasar untuk hewan peliharaan, beberapa orang juga menggunakan daging kelinci untuk dikonsumsi layaknya daging mamalia lainnya. Secara umum kelinci jika ditinjau dari habitatnya yaitu ada 2 jenis yaitu kelinci peliharaan dan kelinci liar. Oleh karena itu bagi yang berniat menjadi salah satu peternak kelinci maka tidak ada salahnya menyimak cara beternak kelinci berikut ini.

1. Mempersiapkan Lahan Untuk Kandang Beserta Jaraknya

Hal pertama yang dipersiapkan dalam cara beternak kelinci baik untuk pelaku bisnis dari skala kecil hingga besar adalah pembuatan kandang. Maka yang perlu diperhatikan adalah kesediaan lahan untuk kandang. Selain itu juga perlu meninjau jarak kandang dengan rumah, pasalnya jika jarak terlalu dekat maka akan menganggu kenyamanan pemilik rumah, misalnya dari bau kotorannya.

Jarak juga penting diperhatikan mengingat bahwa kelinci juga pasti mempunyai penyakit tersendir yang tentunya tidak baik jika disandingkan langsung dengan pemukiman. Selain jarak maka juga perhatikan terkait dengan kondisi cahaya. Maka usahakan kandang kelinci masih cukup menerima sinar matahari karena itu penting untuk perkembangan kelinci.

2. Mengukur Besar Dan Jenis Kandang

Setelah dengan matang menentukan letak dan jarak yang tepat antara kandang dan rumah. Maka selanjutnya menetukan ukuran dari kandang tersebut. Tidak ada patokan khusus asalkan pemilik bisa menyesuaikan besarnya kandang dengan banyaknya kelinci dan tentunya lahan juga. Secara umum setiap kelinci akan mendapatkan kandang sebesar 3 kali ukuran tubuhnya.

Adapun untuk jenis kandangnya maka ada 2 jenis pilihannya. Yaitu dari bahannya ada yag terbuat dari bambu adapula yang terbuat dari kayu bahkan alumuniaum. Sedangkan untuk sistem kandangnya ada yang tertutup dan terbuka.

3. Melakukan Pemilihan Bibit Kelinci

Untuk pemilihan bibit kelinci maka sesuaikan dengan jenis apa yang hendak diternakkan. Ada 2 jenis kelinci dalam hal ini yaitu kelinci hias atau kelinci pedaging. Untuk harga jualnya pun juga berbeda. Maka peternak harus menentukan hendak beternak kelinci hias atau kelinci daging.

Jika berniat memilih beternak kelinci hias maka usahakan memilih bibit kelinci yang memiliki bulu panjang Sedangkan jika hendak beternak kelinci pedaging maka salah satu cirinya adalah memiliki bulu yang pendek. Namun secara umum bibit kelinci yang baik bisa dilihat dari keaktifan geraknya.

Kemudian dari matanya nampak bersih, tidak ada cacat pada fisiknya, warna bulu tidak kusam serta usahakan memiliki fertilitas yang tinggi. Selain itu usahakan juga membeli kelinci jantan dan betina karena untuk proses perkembang biakan selanjutnya.

4. Melakukan Pengawinan Kelinci

Saat ingin memperbanyak jumlah kelinci maka langkah selajutnya adalah dengan mengawinkan antara kelinci jantan dan betina. Namun sebelumnya perhatikan beberapa hal berikut sebagai indikasi kelinci siap kawin.

Untuk yang pertama bisa ditinjau dari usianya. Dimana kelinci akan kawin pada usia 8 bulan lebih. Kemudian dari tingkah lakunya maka lebih gelisah dan sering mendekati kelinci yang beda jenis kelamin.

5. Merawat dan Memelihara kelinci

Pada saat merawat kelinci maka usahakan mencukupi kebutuhan makannya, bisa diberikan sayuran seperti wortel, kangkung dan masih banyak lagi. Jika jenis kelinci pedaging maka untuk makannya lebih banyak daripada kelinci hias. Selain itu juga perhatikan kebersihan kandangnya hal tersebut agar kelinci tidak mudah terserang penyakit karena kandang yang kotor.

Demikian itu cara beternak kelinci ini cocok bagi pemula mulai dari pembuatan kandang hingga pemberian pakan.Namun juga perlu diperhatikan terkait dengan psikologis kelinci, jadi pastikan tidak meletakkan anak kelinci dilingkungan yang bising karena membuat kelinci mudah stress dan ketakutan.